‹ Semua renungan

Senin, 24 November 2031

Uji Sepuluh Hari

Masuk ke lingkungan baru sering datang bersama tekanan halus untuk ikut arus. Anak kos yang baru, karyawan yang baru, siapa pun yang masuk ke tempat asing biasanya cepat menyesuaikan diri supaya diterima. Menolak sedikit saja terasa berisiko.

Daniel dan tiga kawannya berada dalam situasi jauh lebih berat. Mereka orang buangan, dibawa ke istana Babel, dididik dengan bahasa dan ilmu asing, dan disediakan santapan mewah dari meja raja. Menerima semua itu adalah jalan paling aman. Tetapi Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja.

Ia tidak berteriak memberontak. Ia hanya mengajukan sebuah percobaan kecil: berilah kami sayur dan air saja selama sepuluh hari, lalu bandingkan. Sesudah sepuluh hari, wajah keempat pemuda itu justru tampak lebih sehat daripada yang menyantap hidangan raja. Kesetiaan dalam perkara kecil ternyata tidak membuat mereka kalah.

Injil hari ini melengkapinya dari sudut lain. Seorang janda miskin memasukkan dua peser, uang terkecil, ke peti persembahan. Di mata Yesus, ia memberi lebih banyak daripada semua orang kaya, sebab ia memberi dari kekurangannya. Sekali lagi: yang kecil, bila diberikan dengan setia, ternyata besar di mata Allah.

Hari ini Gereja mengenang Santo Andreas Dung Lac dan kawan-kawan, para martir Vietnam, yang setia sampai mati justru dalam banyak pilihan kecil sehari-hari. Adakah sepuluh hari yang sedang menguji kesetiaanku sekarang, pilihan kecil yang kelihatan sepele?

Tuhan, berilah aku ketetapan hati Daniel dalam perkara-perkara kecil, sebab dari kesetiaan kecil itulah lahir kesetiaan yang besar. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →