Kamis, 6 Maret 2031
Batu atau Roti
Setiap orang tua tahu rasanya diminta sesuatu oleh anaknya. Tangan kecil menengadah, mata menatap penuh harap, dan hati kita luluh sebelum mulut sempat menjawab. Yesus memakai pengalaman yang sangat rumah tangga ini. 'Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti?'
Tentu tidak. Bahkan orang tua yang paling lelah, yang paling miskin, tidak akan setega itu. Kita mungkin tidak selalu bisa memberi yang diminta, tetapi kita tidak akan sengaja memberi batu.
Dari situ Yesus menarik kesimpulan yang berani. 'Jika kamu yang jahat tahu memberi yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga.' Perhatikan kata 'apalagi'. Ada jarak yang jauh antara kasih kita yang terbatas dan kasih Bapa yang tak bertepi. Kalau kita saja tidak tega, betapa lagi Dia.
Maka 'mintalah, carilah, ketoklah' bukan mantra untuk memaksa langit. Itu ajakan untuk percaya bahwa di balik pintu ada seorang Bapa, bukan hakim yang berhitung. Kadang jawaban-Nya tidak persis seperti permintaan kita. Tetapi tidak pernah berupa batu.
Apa yang selama ini takut kita minta kepada Bapa karena diam-diam kita ragu Ia baik?
Bapa, ajarilah aku meminta seperti anak kecil, tanpa curiga, tanpa takut Engkau memberi batu. Amin.