Jumat, 7 Maret 2031
Tinggalkan Dulu Persembahanmu
Bayangkan seseorang sudah sampai di depan altar. Persembahan di tangan, hati sudah siap berdoa. Lalu tiba-tiba ia teringat: ada saudara yang menyimpan sakit hati kepadanya. Apa kata Yesus? 'Tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu, dan pergilah berdamai dahulu.'
Ini perintah yang mengganggu. Ibadah dihentikan di tengah jalan, demi seorang manusia. Seakan Tuhan berkata, 'Nanti dulu urusan-Ku, bereskan dulu urusanmu dengan saudaramu.'
Kita biasa berpikir sebaliknya. Kita kira asal rajin ke gereja, urusan dengan tetangga bisa belakangan. Yesus membalik urutannya. Sebab persembahan tidak akan naik kalau di bawah masih ada dendam yang mengganjal.
Bacaan Pertama meneguhkan. Melalui Yehezkiel, Tuhan berkata bahwa orang fasik yang berbalik akan hidup. Selalu ada jalan pulang. Selalu ada kesempatan berdamai, dengan Tuhan maupun dengan sesama.
Yang berat memang langkah pertama itu. Mendatangi orang yang kita hindari. Mengucapkan maaf lebih dahulu, padahal rasanya bukan kita yang salah. Tetapi justru di situ Prapaskah menjadi nyata. Bukan di lutut yang menekuk, melainkan di kaki yang melangkah menuju rumah saudara.
Adakah satu nama yang harus kita datangi sebelum kita merasa layak berdoa?
Tuhan, beri aku keberanian melangkah lebih dahulu. Amin.