‹ Semua renungan

Senin, 10 Maret 2031

Takaran yang Kaupakai

Di pasar, penjual beras yang baik tahu satu hal: cara ia menakar akan diingat orang. Kalau ia menakar dengan mepet, dikurangi sedikit demi sedikit, pembeli akan pergi. Kalau ia menakar penuh, ditekan, digoncang biar padat, lalu dibiarkan tumpah sedikit, orang akan kembali lagi.

Yesus memakai gambar takaran itu untuk hati kita. 'Suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu.' Lalu kalimat kuncinya: 'Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.'

Ternyata belas kasih bekerja seperti gema. Apa yang kita keluarkan, itu yang kembali. Kita menghakimi dengan keras, kita akan diukur dengan keras. Kita mengampuni dengan longgar, kita akan menerima dengan longgar.

Bacaan Pertama menunjukkan takaran Tuhan sendiri. Daniel mengaku dosa seluruh bangsanya, tanpa menutupi apa pun. Dan apa jawab Tuhan? 'Pada Tuhan ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak.' Takaran-Nya selalu melimpah, selalu tumpah.

Hari ini kita memegang takaran itu di tangan sendiri. Untuk orang yang menyebalkan, untuk anak yang salah, untuk diri sendiri yang gagal lagi. Seberapa penuh takaran yang mau kita pakai hari ini?

Tuhan, Engkau menakar aku dengan tangan yang melimpah. Ajarilah aku menakar sesama dengan tangan yang sama. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →