‹ Semua renungan

Selasa, 1 April 2031

Menatap yang Melukai

Orang bilang, obat pahit menyembuhkan. Tetapi ada yang lebih aneh dari itu. Serum penawar bisa ular justru dibuat dari bisa ular itu sendiri. Racun yang mematikan, dalam takaran yang tepat, berubah menjadi penyelamat. Yang melukai dan yang menyembuhkan ternyata bisa berasal dari sumber yang sama.

Di padang gurun, umat Israel dipagut ular tedung dan banyak yang mati. Lalu Tuhan menyuruh Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya di sebuah tiang. Siapa terpagut, jika ia memandang ular tembaga itu, ia tetap hidup. Aneh sekali. Mereka harus menatap rupa dari hal yang justru mencelakakan mereka. Bukan lari dari ular, melainkan memandangnya, untuk sembuh.

Kemarin kita mendengar seorang perempuan yang nyaris dirajam batu, lalu Yesus membungkuk dan tidak menghukumnya. Hari ini Ia berbicara tentang diri-Nya sendiri, 'Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia.' Ular di tiang itu bayangan dari salib. Yang ditinggikan bukan lagi tembaga, melainkan Dia sendiri.

Kita sering ingin memalingkan muka dari salib. Terlalu berdarah, terlalu memalukan. Tetapi justru di situ mata kita disuruh memandang. Yang paling melukai dunia, dosa dan maut, dikalahkan tepat di tempat ia tampak menang.

Adakah salib dalam hidup kita yang selama ini kita hindari tatapannya, padahal di situ letak kesembuhan kita?

Tuhan, berilah aku keberanian memandang salib-Mu, dan menemukan hidup justru di sana. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →