‹ Semua renungan

Rabu, 2 April 2031

Seandainya Pun Tidak

Di dapur, kita tahu api tidak bisa ditawar. Ia tidak peduli siapa yang menyentuhnya. Tangan yang lengah tetap melepuh, entah tangan anak kecil entah tangan juru masak berpengalaman. Api hanya tahu satu bahasa, panas. Maka orang yang berani berdiri di depan perapian yang menyala-nyala biasanya sudah memperhitungkan segalanya.

Tiga pemuda Ibrani berdiri di depan raja yang mengancam mencampakkan mereka ke tungku yang tujuh kali lebih panas. Jawaban mereka menakjubkan. Allah kami sanggup melepaskan kami, kata mereka, tetapi seandainya tidak, kami tetap tidak akan menyembah patung tuanku. Perhatikan tiga kata itu, seandainya pun tidak. Iman mereka tidak bergantung pada apakah mereka diselamatkan atau tidak.

Betapa berbeda dari cara kita sering beriman. Kita percaya sambil menaruh syarat. Asal doaku dikabulkan. Asal aku selamat dari kesulitan ini. Iman yang seperti itu sebenarnya sedang menawar, bukan menyembah.

Kemarin Yesus berkata, jikalau kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu. Hari ini Ia melanjutkan, 'kebenaran itu akan memerdekakan kamu.' Ketiga pemuda itu sudah merdeka bahkan sebelum masuk api. Merdeka dari rasa takut, sebab tidak ada lagi yang bisa dipakai untuk mengancam mereka.

Adakah syarat yang diam-diam kita ajukan kepada Tuhan sebagai harga dari kesetiaan kita?

Tuhan, ajarilah aku berkata seandainya pun tidak, dan tetap memilih Engkau. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →