‹ Semua renungan

Kamis, 3 April 2031

Nama Baru

Di kampung, orang tua kadang mengganti nama anaknya yang sering sakit. Katanya nama lama terlalu berat dipikul. Maka diberilah nama baru, dengan harapan hidup yang baru pula. Kita boleh tersenyum pada kebiasaan itu, tetapi di baliknya ada kebenaran tua, bahwa nama menyimpan nasib dan panggilan.

Allah mengganti nama Abram menjadi Abraham. Hanya tambahan satu suku kata, tetapi artinya berubah besar, dari bapa yang mulia menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Padahal saat itu Abraham belum punya anak dari Sara. Ia diberi nama tentang masa depan yang belum ia lihat. Setiap kali orang memanggil namanya, ia diingatkan pada janji yang belum genap.

Dalam Injil hari ini, orang-orang Yahudi tersinggung ketika Yesus berkata, 'sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.' Abraham diberi nama dalam waktu. Yesus menyebut diri-Nya dengan nama yang mengatasi waktu, Aku telah ada. Bapa yang menamai Abraham, kini berdiri di depan mereka sebagai Sang Nama itu sendiri.

Dalam pembaptisan, kita pun diberi nama baru, nama Kristen. Nama itu bukan sekadar penanda, melainkan panggilan. Kita dinamai menurut janji, sebelum janji itu tampak selesai dalam hidup kita.

Adakah kita masih hidup dengan nama lama kita, padahal Tuhan sudah memanggil kita dengan nama yang baru?

Tuhan, biarlah aku hidup sesuai nama yang Kauberikan kepadaku dalam pembaptisan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →