‹ Semua renungan

Jumat, 4 April 2031

Bisik-Bisik di Warung

Ada satu tempat di kampung yang paling cepat menyebarkan kabar, yaitu warung. Sambil menunggu kopi, satu cerita berpindah dari mulut ke mulut, ditambah sedikit di sana, dikurangi sedikit di sini. Kadang yang dibicarakan sedang duduk tak jauh dari situ, tanpa tahu namanya sedang diadili tanpa hakim.

Nabi Yeremia merasakan hal itu sampai ke tulang. 'Aku telah mendengar bisikan banyak orang,' keluhnya. Bahkan sahabat karibnya ikut mengintai, menunggu ia tersandung. Fitnah memang paling menyakitkan ketika datang dari orang yang pernah kita percaya. Namun di tengah semua bisik itu, Yeremia berpegang pada satu hal, 'Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah.'

Dalam Injil, Yesus pun dikepung suara-suara yang sudah siap dengan batu di tangan. Mereka tidak lagi mendengarkan, hanya menunggu alasan. Ia menjawab dengan tenang, menunjuk pada pekerjaan-pekerjaan baik yang datang dari Bapa.

Kita tidak selalu bisa menghentikan bisik-bisik tentang diri kita. Yang bisa kita pilih adalah kepada siapa kita menyerahkan perkara itu. Yeremia tidak membalas dengan bisikan tandingan. Ia menyerahkan perkaranya kepada Tuhan yang menguji hati.

Ketika nama kita dibicarakan di belakang, kepada siapa lebih dulu kita mengadu?

Tuhan, ketika aku difitnah, jagai hatiku agar tidak ikut membisikkan kejahatan, dan biarlah Engkau yang membela. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →