Jumat, 2 Mei 2031
Tiga Hari Gelap
Kemarin kita melihat Filipus berlari mendekati kereta orang Etiopia yang mencari Tuhan. Hari ini Injil yang sama berlari mengejar orang yang justru memusuhinya: Saulus.
Perhatikan cara Allah bekerja. Saulus tidak dikalahkan dengan pasukan. Ia dijatuhkan oleh cahaya, lalu dibiarkan gelap tiga hari. Tidak melihat, tidak makan, tidak minum. Orang yang biasa memegang surat kuasa kini harus dituntun tangannya masuk kota.
Kadang Allah memang mematikan lampu dulu supaya kita berhenti. Bukankah kita pun begitu? Merasa paling tahu arah, sampai suatu hari sakit, gagal, atau kehilangan memaksa kita diam. Tiga hari gelap Saulus adalah ruang tunggu rahmat.
Lalu datang Ananias, orang biasa yang takut tetapi taat. Lewat tangannya, selaput gugur dari mata Saulus. Penganiaya menjadi pewarta.
Hari ini Gereja mengenang Santo Atanasius, uskup yang lima kali dibuang karena membela iman bahwa Yesus sungguh Allah. Ia tahu rasanya gelap dan terusir. Ia juga tahu hal yang dialami Saulus: yang dimulai Allah tidak berhenti di tengah jalan.
Tuhan, dalam gelapku, jangan lepaskan aku. Tuntunlah aku seperti Saulus, sampai aku melihat lagi. Amin.