‹ Semua renungan

Sabtu, 17 Mei 2031

Jalan Dialihkan

Di jalan raya, tidak ada yang lebih menjengkelkan daripada papan bertuliskan: jalan ditutup, silakan putar balik. Rencana yang rapi mendadak berantakan. Kita menggerutu, membanting setir, mencari rute lain.

Kemarin kita mendengar surat Yerusalem yang melegakan. Hari ini Paulus berkeliling menyampaikan keputusan itu dari kota ke kota, dan di tengah jalan ia menjumpai papan penutup yang tidak dipasang manusia. Roh Kudus mencegah mereka memberitakan Injil di Asia. Roh Yesus tidak mengizinkan mereka masuk Bitinia. Dua pintu tertutup tanpa penjelasan. Baru di Troas, lewat penglihatan seorang Makedonia yang berseru minta tolong, arahnya menjadi terang: menyeberang.

Kalau saat itu Paulus memaksa masuk Asia, sejarah mungkin lain jalannya. Injil tiba di Eropa justru lewat rencana yang gagal.

Bukankah hidup kita juga penuh jalan yang dialihkan? Lamaran ditolak, pindah tugas yang tidak diminta, rencana yang kandas. Saat itu terjadi, kita hanya melihat papan penutup jalan. Bertahun-tahun kemudian, kadang kita baru mengerti: ada Makedonia yang menunggu di rute baru itu.

Iman tidak menghapus rasa kesalnya. Iman hanya menambahkan satu kalimat: siapa tahu ini bukan halangan, melainkan penunjuk arah.

Tuhan, ketika jalanku Kaututup, tolonglah aku percaya bahwa Engkau sedang menunjukkan jalan yang lain. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →