‹ Semua renungan

Minggu, 18 Mei 2031

Allah Ikut Menginap

Ketika tamu penting hendak datang menginap, seisi rumah sibuk. Kamar dibersihkan, gorden dicuci, makanan terbaik disiapkan. Semakin penting tamunya, semakin gemetar tuan rumahnya. Sekarang bayangkan kabar ini: yang mau datang dan tinggal bukan pejabat, bukan besan, melainkan Allah sendiri.

Itulah janji Yesus dalam Injil Minggu Paskah keenam ini: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia." Kami akan datang. Kami akan diam bersama dia. Allah tidak puas hanya dikunjungi seminggu sekali di gedung gereja. Ia ingin beralamat di hidup kita.

Bacaan kedua dari kitab Wahyu melukiskan ujung dari kerinduan itu. Yohanes melihat Yerusalem baru, kota kudus yang turun dari surga. Dan ada satu hal yang aneh: "Aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya." Kota suci tanpa rumah ibadah? Ya, sebab di sana rumah ibadah tidak diperlukan lagi. Allah sendiri adalah Bait Sucinya. Ketika Allah sudah tinggal sepenuhnya bersama manusia, gedung perjumpaan tidak lagi perlu; seluruh kota menjadi perjumpaan.

Gereja dan kapel kita hari ini ibarat kamar tamu sementara, tempat berlatih untuk keadaan itu. Yang dirindukan Allah bukan bangunannya, melainkan penghuninya.

Lalu bagaimana caranya membuat Allah betah tinggal? Yesus memberikan kuncinya, dan kuncinya sederhana: mengasihi Dia dan menuruti firman-Nya. Bukan rumah yang mewah, melainkan hati yang taat. Dan karena Ia tahu kita pelupa, Ia menjanjikan Penghibur: Roh Kudus, yang akan mengajarkan segala sesuatu dan mengingatkan kita akan semua yang telah dikatakan-Nya. Roh itu ibarat penghuni yang sekaligus merawat rumah, terus membisikkan firman ketika kita mulai lupa.

Buahnya juga disebutkan: damai sejahtera. "Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia." Rumah yang dihuni Allah bukan rumah tanpa masalah, melainkan rumah yang tidak gelisah dan gentar menghadapi masalah.

Minggu ini, mari periksa rumah hati kita. Kamar mana yang masih kita kunci rapat dari Tuhan? Kebiasaan mana yang membuat Tamu agung itu tidak betah?

Tuhan, datanglah dan diamlah di rumahku. Ajarilah aku menuruti firman-Mu, supaya Engkau betah tinggal dan damai-Mu menetap di dalamnya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →