Senin, 26 Mei 2031
Warisan yang Tak Diambil
Bayangkan seseorang hidup pas-pasan bertahun-tahun, lalu suatu hari ditanya petugas bank: mengapa tabungan warisan Bapak tidak pernah diambil? Ia terkejut. Warisan apa? Simpanan itu ada, atas namanya, tetapi ia tidak pernah tahu.
Pertanyaan Paulus di Efesus mirip pertanyaan petugas itu: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Jawaban kedua belas murid di sana polos sekali: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus." Mereka percaya, sudah dibaptis dengan baptisan Yohanes, hidup baik. Tetapi ada kekayaan yang belum tersentuh.
Sesudah Paulus menumpangkan tangan, Roh Kudus turun, dan hidup mereka menyala.
Jangan-jangan kita pun begitu. Sudah dibaptis, sudah menerima Krisma, tetapi menjalani iman seperti orang yang tidak tahu punya warisan. Roh Kudus disebut dalam tanda salib, lalu dilupakan sepanjang hari.
Santo Filipus Neri, yang pestanya kita rayakan hari ini, mengalami hal sebaliknya. Menjelang Pentakosta tahun 1544 ia berdoa memohon Roh Kudus, dan kasih Allah memenuhi hatinya begitu rupa sampai dadanya serasa tak muat menampung. Sukacitanya menular ke seluruh Roma.
Warisan itu juga tercatat atas nama kita. Mengapa tidak diambil?
Datanglah, Roh Kudus, dan nyalakanlah dalam hatiku api kasih-Mu. Amin.