Selasa, 27 Mei 2031
Garis Akhir
Pelari jarak jauh tahu: yang menentukan bukan cepatnya awal, melainkan sampai tidaknya di garis akhir. Banyak yang berlari kencang di kilometer pertama, lalu menghilang di tengah rute.
Di Miletus, Paulus berpamitan kepada para penatua Efesus, jemaat yang kemarin kita dengar menerima Roh Kudus lewat pelayanannya. Pidato perpisahannya seperti pelari yang menoleh ke belakang sekaligus menatap ke depan: aku melayani Tuhan dengan segala rendah hati dan banyak air mata, dan sekarang penjara serta sengsara menunggu di Yerusalem. Lalu kalimat itu: "Aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku."
Menyelesaikan. Kata yang sama dipakai Yesus dalam doa-Nya di Injil hari ini: Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku.
Kemuliaan Allah ternyata bukan soal kemegahan, melainkan soal kesetiaan sampai tuntas. Tugas kecil yang diselesaikan dengan diam-diam lebih mulia daripada seribu rencana besar yang hanya diumumkan.
Kita masing-masing membawa tugas dari Tuhan: mendampingi keluarga, pelayanan sederhana, pekerjaan harian. Godaannya bukan gagal memulai, melainkan berhenti di tengah.
Tuhan, berilah aku kesetiaan seorang pelari, yang terus berlari sampai garis akhir yang Kautetapkan. Amin.