‹ Semua renungan

Senin, 2 Juni 2031

Yang Bersenandung Duluan

Pernahkah kita memergoki seorang ibu bersenandung pelan sambil menimang bayinya? Ia tidak sedang tampil. Tidak ada penonton. Lagu itu keluar begitu saja karena hatinya penuh. Bernyanyi adalah bahasa orang yang sedang berbahagia atas sesuatu yang dicintainya.

Nabi Zefanya memakai gambar yang berani. Bukan umat yang disuruh bernyanyi untuk Allah, melainkan Allah sendiri yang bernyanyi. “Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai.” Kita terbiasa membayangkan Tuhan sebagai hakim yang serius. Zefanya memperlihatkan Dia seperti ibu yang bersenandung, girang atas anaknya.

Maria dalam Injil hari ini menjawab nyanyian itu dengan nyanyian. Begitu Elisabet menyapanya, meluaplah Magnificat: “Jiwaku memuliakan Tuhan.” Ia tidak menyanyikan dirinya sendiri. Ia menyanyikan apa yang telah Allah kerjakan pada orang-orang kecil, yang lapar, yang rendah.

Dua nyanyian bertemu. Allah yang bergirang atas manusia, dan manusia yang bergembira karena Allah. Di antara keduanya melompat seorang bayi dalam rahim Elisabet, seakan ikut menari.

Kita sering merasa harus lebih dulu sempurna baru layak didekati Tuhan. Zefanya membalik itu. Allah sudah lebih dulu bergirang atas kita, apa adanya. Sudahkah kita percaya bahwa kita dinyanyikan?

Tuhan, ajarilah aku percaya bahwa Engkau bergirang atas hidupku, dan biarlah jiwaku pun memuliakan Engkau. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →