Sabtu, 7 Juni 2031
Kebaikan yang Tak Berbunyi
Kemarin kita melihat Tobit yang buta kembali melihat, dan seluruh kota tercengang. Hari ini rahasianya dibuka. Teman perjalanan yang dikira bernama Azarya ternyata Rafael, satu dari tujuh malaikat yang melayani di hadapan Tuhan. Selama ini ia menyertai tanpa nama, mengerjakan kebaikan tanpa minta dikenali.
Nasihatnya sebelum pergi terdengar tua tetapi tak pernah usang: “Lebih baiklah doa benar dan sedekah jujur daripada kekayaan yang lalim.” Ia menambahkan, ketika Tobit dahulu menguburkan orang mati diam-diam, tanpa penonton, doanya justru naik ke hadapan Allah. Kebaikan yang paling didengar langit sering kali yang paling sunyi di bumi.
Injil hari ini melukis hal yang sama di halaman Bait Allah. Yesus duduk menghadapi peti persembahan. Orang-orang kaya memasukkan jumlah besar, mungkin dengan gemerincing yang membanggakan. Lalu datang seorang janda miskin memasukkan dua keping receh, nyaris tak berbunyi. Tak ada yang menoleh. Tetapi hanya satu pasang mata yang menghitung dengan benar, dan Yesus berkata janda itulah yang memberi paling banyak, sebab ia memberi dari kekurangannya.
Rafael menyembunyikan namanya. Janda menyembunyikan jumlahnya. Keduanya diperhitungkan di tempat yang tak terlihat. Kita hidup di zaman yang gemar memamerkan kebaikan. Mungkin latihan rohani hari ini sederhana: berbuat satu kebaikan yang tak akan pernah diketahui siapa pun.
Tuhan, ajarilah aku berbuat baik dalam sunyi, cukup dilihat oleh mata-Mu saja. Amin.