Sabtu, 19 Juli 2031
Roti yang Tak Sempat Mengembang
Siapa pernah membuat roti tahu bahwa bagian paling menguji kesabaran adalah menunggu adonan mengembang. Ragi butuh waktu, kehangatan, dan diamnya tangan. Terburu-buru sedikit, rotinya bantat.
Tetapi malam mereka keluar dari Mesir, orang Israel tidak punya kemewahan menunggu. Pembebasan datang begitu mendadak sampai adonan belum sempat diragi. "Mereka diusir dari Mesir dan tidak dapat berlambat-lambat." Maka roti mereka dipanggang tanpa ragi, keras dan datar, roti orang yang berangkat tergesa.
Sejak itu roti tak beragi menjadi kenangan abadi: Tuhan membebaskan pada waktu-Nya, bukan menunggu segala urusan kita rapi lebih dulu. Kadang keselamatan tiba justru saat kita belum siap, dengan bekal seadanya.
Kita sering menunda melangkah dengan alasan belum siap. Nanti kalau sudah mapan baru melayani. Nanti kalau sudah tenang baru sungguh berdoa. Nanti kalau segalanya lengkap baru berangkat. Padahal panggilan Allah kerap datang sebelum adonan kita mengembang.
Empat ratus tiga puluh tahun mereka menunggu di Mesir. Tetapi ketika saatnya tiba, semuanya terjadi dalam satu malam. Allah bisa lama sekali, lalu tiba-tiba sangat cepat.
Kalau hari ini Tuhan berkata "berangkat", beranikah kita jalan meski roti belum sempat mengembang?
Tuhan, ketika Engkau membebaskan dan memanggil, jangan biarkan aku tertahan oleh alasan belum siap. Berilah aku keberanian berangkat dengan bekal seadanya bersama-Mu. Amin.