Senin, 28 Juli 2031
Katanya Keluar Sendiri
Ada satu kalimat pembelaan yang lucu sekaligus jujur tentang manusia. Ketika ditanya dari mana datangnya anak lembu emas itu, Harun menjawab: aku melemparkan emas ke dalam api, "dan keluarlah anak lembu ini." Seolah patung itu jadi sendiri, tanpa ada yang membentuknya.
Kita tersenyum, tetapi kita mengenali diri di situ. Betapa sering kita menjelaskan kesalahan seperti Harun: keadaan yang memaksa, situasi yang begitu saja terjadi, semua mengalir tanpa ada yang bertanggung jawab. "Ya, jadinya begitu." Padahal selalu ada tangan yang membentuk, selalu ada pilihan yang diambil.
Menarik pula bahwa berhala itu dibuat dari emas, dari perhiasan yang mereka tanggalkan. Barang berharga, mungkin pemberian atau berkat, dilebur menjadi allah palsu. Begitulah godaan berhala zaman ini: bukan dari yang jelek, melainkan justru dari yang baik yang kita cintai berlebihan. Uang, keluarga, pekerjaan, semuanya baik, sampai kita menyembahnya.
Sementara umat menari mengelilingi lembu emas, Musa berdiri di pihak lain. Ia bahkan berani menawarkan diri: "Jika Engkau tidak mengampuni mereka, hapuskanlah namaku dari kitab-Mu." Ada yang membentuk berhala, ada yang menaruh nyawa demi umatnya.
Hari ini baik kita bertanya jujur. Adakah "anak lembu" yang kita bela dengan berkata "jadinya begitu saja", padahal kita sendiri yang membentuknya?
Tuhan, jujurkanlah aku mengakui perbuatanku sendiri, tanpa berlindung di balik keadaan. Leburkanlah berhala-berhala yang kubentuk dari hal-hal yang kucintai. Amin.