‹ Semua renungan

Selasa, 29 Juli 2031

Kemuliaan yang Berupa Belas Kasih

Kalau seseorang diminta menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya, ia biasanya menonjolkan kelebihannya: gelar, jabatan, prestasi. Jarang orang memperkenalkan diri lewat kelembutannya.

Musa pernah memohon kepada Allah untuk melihat kemuliaan-Nya. Dan ketika Tuhan lewat di hadapannya, Ia tidak memamerkan kuasa yang menggetarkan bumi. Ia menyerukan sifat-Nya: "TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran, dan dosa." Ternyata kemuliaan Allah yang paling dalam bukan kehebatan-Nya, melainkan belas kasih-Nya.

Musa pun berbicara dengan Tuhan "berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya". Allah yang mahakuasa memilih menjadi sahabat, dan menyingkapkan diri sebagai kasih.

Hari ini kita mengenang tiga sahabat Yesus di Betania: Marta, Maria, dan Lazarus. Di rumah merekalah Yesus menangis di depan kubur Lazarus, dan air mata itu membuat orang berkata, "Lihatlah, betapa Ia mengasihi dia." Kemuliaan Allah yang diserukan kepada Musa itu menjadi kelihatan dalam wajah Yesus yang menangis bagi sahabat-Nya.

Kita sering ingin membuktikan diri lewat kekuatan, ketegasan, kemenangan. Tetapi Allah menunjukkan bahwa yang paling mulia justru belas kasihan.

Lewat apa orang paling mengenali "kemuliaan" kita: lewat kuasa kita, atau lewat kasih kita?

Tuhan yang penyayang dan pengasih, jadikanlah belas kasih sebagai kemuliaanku. Ajarilah aku memperkenalkan-Mu bukan lewat kehebatan, melainkan lewat kasih. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →