‹ Semua renungan

Senin, 8 September 2031

Rantai Nama

Beberapa keluarga masih menyimpan buku trah, catatan silsilah turun-temurun. Kata silsilah sendiri dipinjam dari bahasa Arab, silsilah, artinya rantai. Nama demi nama menyambung seperti mata rantai, dan kita bergantung di ujungnya.

Hari ini, pada pesta Kelahiran Santa Perawan Maria, Gereja membacakan rantai nama yang panjang: Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, dan seterusnya sampai Yusuf, suami Maria, yang melahirkan Yesus.

Bacalah pelan-pelan, dan kita akan terkejut. Di rantai itu ada Tamar dengan kisahnya yang kelam. Ada Rahab, perempuan sundal dari Yerikho. Ada Daud yang mengambil istri Uria. Matius tidak menyembunyikan satu pun. Allah tidak malu pada sejarah keluarga-Nya. Mata rantai yang bengkok tetap dipakai-Nya untuk menyambung rencana yang lurus.

Dan menjelang ujung rantai itu, lahirlah seorang bayi perempuan di keluarga sederhana: Maria. Kelahirannya seperti fajar kecil, tanda bahwa matahari sudah dekat. Mikha sudah lama berbisik: dari Betlehem yang terkecil akan bangkit Dia yang permulaannya sejak purbakala.

Kalau Allah tidak malu pada silsilah yang bengkok, mengapa aku malu pada masa laluku? Ia sanggup menyambungnya menjadi rantai keselamatan.

Tuhan, terima kasih karena Engkau merangkai hidupku yang bengkok ke dalam rencana-Mu yang lurus. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →