‹ Semua renungan

Selasa, 9 September 2031

Dicoret Lunas

Warung di kampung biasanya punya buku kecil bersampul lusuh. Isinya daftar hutang pelanggan. Nama, tanggal, jumlah. Selama namamu masih tertulis di situ, setiap kali lewat depan warung ada yang mengganjal. Sampai suatu hari hutang itu dibayar, dan si pemilik warung mencoretnya tebal-tebal: lunas.

Paulus memakai gambaran serupa untuk jemaat Kolose. Ada surat hutang yang mendakwa dan mengancam kita, katanya, yaitu segala pelanggaran kita di hadapan Allah. Lalu datang kalimat yang membuat lega: Allah menghapuskan surat hutang itu dan memakukannya pada kayu salib. Dicoret. Bukan oleh uang kita, melainkan oleh darah Anak-Nya. Kita tidak diminta mencicil. Kita diminta hidup sebagai orang yang sudah lunas: berakar di dalam Dia, melimpah dengan syukur.

Injil hari ini menunjukkan siapa Pribadi di balik pelunasan itu. Sebelum memilih dua belas rasul, Yesus semalam-malaman berdoa di bukit. Nama-nama itu tidak dipilih sembarangan. Termasuk Yudas. Ia tahu, dan tetap memanggil.

Kalau Allah sudah mencoret hutangku, mengapa aku masih rajin membuka buku hutang orang lain terhadapku?

Tuhan, Engkau telah melunasi hutangku di salib. Ajarilah aku mencoret hutang sesamaku dengan pengampunan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →