‹ Semua renungan

Kamis, 9 Oktober 2031

Mengetuk Sampai Dibuka

Di kampung, pintu yang diketuk tengah malam hampir pasti dibuka. Bukan karena pemilik rumah tidak mengantuk, melainkan karena orang yang berani mengetuk selarut itu pasti sungguh butuh. Rasa sungkan kalah oleh kebutuhan.

Kemarin Yesus mengajarkan kata-kata doa Bapa Kami. Hari ini Ia mengajarkan sikap doanya: seperti orang yang mengetuk pintu sahabatnya tengah malam demi tiga roti, dan tidak pulang sebelum dibukakan. 'Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.'

Tetapi bukankah banyak doa kita terasa tidak dijawab? Umat pada zaman Maleakhi juga menggerutu begitu: sia-sia beribadah kepada Allah. Jawaban Tuhan lembut sekaligus tegas: nama mereka yang setia ditulis dalam kitab peringatan di hadapan-Nya. Tidak ada ketukan yang hilang. Ada yang dijawab sekarang, ada yang disimpan.

Dan perhatikan ujung sabda Yesus: yang dijanjikan Bapa bukan sekadar barang, melainkan Roh Kudus. Rosario yang kita daraskan bulan ini pun begitu: ketukan pelan yang berulang-ulang di pintu surga. Masihkah aku mengetuk, atau sudah pulang sebelum pintu terbuka?

Bapa, kuatkan tanganku untuk terus mengetuk, dan hatiku untuk percaya pada waktu-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →