Sabtu, 11 Oktober 2031
Pujian yang Dibelokkan
Kemarin Yesus berbicara keras tentang rumah hati yang kosong. Hari ini, di tengah pengajaran itu, seorang perempuan berseru dari kerumunan: 'Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau!' Pujian yang tulus dan sangat manusiawi. Kalau ada anak hebat, yang disalami memang ibunya.
Tetapi Yesus membelokkan pujian itu: 'Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.' Apakah Ia sedang merendahkan ibu-Nya? Justru sebaliknya. Maria bukan pertama-tama berbahagia karena rahimnya, melainkan karena jawabannya: terjadilah padaku menurut perkataan-Mu. Kebahagiaan yang lahir dari mendengarkan, bukan dari kebetulan darah.
Ini kabar baik bagi kita semua. Kalau bahagia hanya milik yang punya hubungan keluarga dengan Yesus, kita semua tersingkir. Tetapi pintu yang dibuka Yesus bisa dimasuki siapa saja: dengarkan firman, lalu peliharalah. Dua kata kerja itu tidak bisa dipisah. Mendengar tanpa memelihara itu seperti menampung air dengan tangan yang bocor.
Firman mana yang sudah lama kudengar, kuhafal, bahkan kubagikan kepada orang lain, tetapi belum juga kupelihara dalam hidupku sendiri?
Tuhan, berilah aku telinga yang mendengarkan dan tangan yang setia memelihara firman-Mu. Amin.