‹ Semua renungan

Senin, 20 Oktober 2031

Berangkat Tanpa Koper

Orang yang mau bepergian jauh biasanya justru membawa banyak: koper, bekal, uang pegangan, rencana cadangan. Makin jauh jalannya, makin berat bawaannya. Aneh sekali perintah Yesus kepada tujuh puluh murid-Nya: jangan membawa pundi-pundi, bekal, atau kasut.

Apakah Yesus tidak paham hitungan perjalanan? Ia paham. Justru karena paham, Ia mengosongkan tangan para murid. Orang yang tangannya penuh sulit menerima; orang yang merasa aman karena bekalnya tidak pernah belajar bergantung. Murid yang berangkat kosong akan pulang membawa cerita tentang Allah yang mencukupkan lewat rumah-rumah yang terbuka.

Dan lihatlah satu-satunya bekal yang wajib dibawa: salam. 'Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.' Bukan barang, bukan uang, melainkan damai. Ternyata itu cukup untuk membuka pintu.

Santo Lukas, yang sosoknya kita kenang lewat bacaan hari ini, menemani Paulus dalam perjalanan-perjalanan tanpa jaminan seperti itu, sampai ke penjara sekalipun. Ia membuktikan bahwa yang membuat perutusan berjalan bukan beratnya bekal, melainkan setianya kaki melangkah. Beban apa yang sebenarnya tidak perlu, yang selama ini membuat langkahku berat untuk diutus?

Tuhan, ringankan tanganku dari genggaman yang berlebihan, supaya aku lincah membawa damai-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →