Selasa, 21 Oktober 2031
Ronda Malam
Di banyak kampung masih ada ronda. Orang bergiliran berjaga sampai larut, menahan kantuk di pos, sesekali memukul kentungan. Orang Jawa menyebut acara menahan kantuk itu lek-lekan. Yang dijaga sebenarnya bukan barang, melainkan rasa aman seisi kampung yang sedang tidur.
Yesus hari ini berbicara tentang berjaga: 'Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.' Hamba yang baik menanti tuannya pulang dari pesta perkawinan, entah tengah malam entah dini hari, tanpa tahu jamnya. Menunggu tanpa jadwal memang yang paling melelahkan.
Tetapi ada kejutan di ujung perumpamaan, dan mudah terlewat: tuan yang mendapati hambanya berjaga itu justru akan mengikat pinggangnya sendiri, mempersilakan mereka duduk makan, dan datang melayani mereka. Tuan melayani hamba! Di dunia mana ada majikan seperti itu? Hanya di Kerajaan Allah. Berjaga bagi Kristus bukan lembur yang menakutkan, melainkan menanti Sahabat yang datang membawa perjamuan.
Paulus merangkum alasannya dalam bacaan pertama: oleh satu orang, Yesus Kristus, kasih karunia dilimpahkan atas semua orang. Pelita macam apa yang harus kujaga nyalanya malam ini: doa, harapan, atau kesetiaan pada tugas kecilku?
Tuhan, jagalah pelitaku tetap menyala, supaya kapan pun Engkau datang, aku sedang menanti-Mu. Amin.