Rabu, 12 November 2031
Sembuh Sambil Lalu
Ada satu adegan yang sering terjadi tanpa kita sadari. Kita ditolong seseorang, mengucap terima kasih seadanya sambil buru-buru, lalu melanjutkan urusan. Beberapa hari kemudian, nama penolong itu bahkan sudah kabur dari ingatan. Kita sembuh, lalu jalan terus.
Persis itulah yang terjadi di perbatasan Samaria dan Galilea. Sepuluh orang kusta berteriak minta dikasihani, dan Yesus menyembuhkan mereka semua. Sepuluh-sepuluhnya menjadi tahir. Tetapi hanya satu yang berbalik, tersungkur di kaki Yesus, mengucap syukur dengan suara nyaring. Yang sembilan? Barangkali bukan orang jahat. Mereka hanya terlalu gembira, terlalu sibuk mengurus kesembuhan baru mereka, sampai lupa menoleh kepada Sang Penyembuh.
Yesus sendiri menyuarakan keheranan itu: bukankah kesepuluhnya sudah tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Dan yang satu yang kembali justru seorang Samaria, orang asing, orang yang paling tidak diharapkan tahu adab berterima kasih.
Rasa syukur ternyata bukan urusan kecil. Kepada yang satu itu Yesus berkata, imanmu telah menyelamatkan engkau. Yang sembilan mendapat kulit yang bersih; yang satu mendapat lebih, yaitu keselamatan. Berterima kasih membawanya kembali ke hadirat Tuhan.
Hari ini pantas kita berhenti sejenak dari sibuk menikmati berkat, lalu menoleh. Kepada siapa aku lupa berterima kasih, kepada Allah dan kepada sesama yang Ia pakai menolongku?
Tuhan, jangan biarkan aku sembuh lalu lupa. Ajarilah aku berbalik dan bersyukur, sebab dari syukur itulah lahir keselamatan. Amin.