Kamis, 13 November 2031
Tanpa Papan Petunjuk
Kemarin sepuluh orang kusta disembuhkan, dan Kerajaan Allah terasa begitu kelihatan: penyakit lenyap, orang memuji Allah dengan suara nyaring. Hari ini orang Farisi bertanya, kapan sebenarnya Kerajaan Allah itu datang. Mereka menunggu tanda besar, papan petunjuk yang jelas, sesuatu yang bisa ditunjuk dengan jari.
Jawaban Yesus mengejutkan. Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah. Orang tidak dapat berkata, lihat, ada di sini, atau ada di sana. Sebab, kata-Nya, Kerajaan Allah ada di antara kamu.
Kita ini mirip orang Farisi itu. Kita mengira Allah paling nyata dalam peristiwa besar: mukjizat yang menghebohkan, kejadian luar biasa yang membuat semua orang menoleh. Maka kita menunggu, sambil melewatkan Kerajaan yang justru sedang tumbuh diam-diam di ruang paling biasa. Di meja makan keluarga. Dalam maaf yang tulus. Dalam orang sakit yang ditunggui tanpa mengeluh.
Kitab Kebijaksanaan hari ini melukiskan kebijaksanaan Allah sebagai sesuatu yang halus, lincah, menembus segala sesuatu, laksana pantulan cahaya. Bukan gemuruh, melainkan sinar yang menyusup tanpa suara. Begitu pula Kerajaan-Nya bekerja.
Kalau hari ini aku sibuk mencari tanda yang besar dan spektakuler, jangan-jangan aku sedang melangkahi Kerajaan yang sudah ada tepat di antara kami.
Tuhan, bukalah mataku pada kehadiran-Mu yang halus dan tak bersuara, supaya aku tidak melewatkan Kerajaan-Mu yang ada tepat di sekitarku. Amin.