Jumat, 14 November 2031
Sampai Air Datang
Kemarin Yesus mengingatkan bahwa Kerajaan Allah datang tanpa tanda mencolok. Hari ini Ia melanjutkan dengan gambaran yang membuat merinding: hari kedatangan Anak Manusia akan seperti zaman Nuh. Orang makan dan minum, kawin dan dikawinkan, sampai Nuh masuk ke bahtera, lalu datanglah air bah.
Perhatikan, tidak ada yang disebut jahat di situ. Makan, minum, menikah, membeli, menjual, menanam, membangun. Semuanya kegiatan wajar, bahkan baik. Justru itulah peringatannya. Yang membuat orang lengah bukan dosa besar, melainkan rutinitas yang berjalan terus seolah tidak akan pernah ada akhirnya.
Kitab Kebijaksanaan menyentuh akar yang sama dari sisi lain. Orang mengagumi api, angin, bintang, dan air yang indah, lalu berhenti di situ, menyembah ciptaan tanpa pernah bertanya siapa Sang Seniman di baliknya. Terpukau pada karya, lupa pada yang membuatnya. Kesibukan yang menyenangkan ternyata bisa menjadi tabir paling halus yang menutupi Tuhan dari pandangan kita.
Yesus tidak menyuruh kita berhenti makan dan bekerja. Ia menyuruh kita tetap terjaga di tengah semua itu. Ingatlah akan isteri Lot, kata-Nya, orang yang hatinya masih tertinggal pada apa yang ia tinggalkan.
Di tengah rutinitas hari ini yang terasa tak berujung, masihkah aku sesekali menengadah kepada Pemberi hidup, atau sudah larut sepenuhnya dalam arus kesibukan?
Tuhan, jagalah aku supaya tidak larut dalam rutinitas sampai lupa pada-Mu. Biarlah di tengah kesibukan, hatiku tetap terjaga menanti-Mu. Amin.