‹ Semua renungan

Sabtu, 15 November 2031

Janda yang Tak Kapok

Kemarin kita diingatkan untuk tetap terjaga menanti hari Tuhan. Hari ini Yesus menunjukkan bagaimana caranya bertahan dalam penantian yang panjang: dengan berdoa dan tidak jemu-jemu. Ia menceritakan seorang janda dan seorang hakim yang lalim.

Janda ini tidak punya kuasa, tidak punya uang untuk menyuap, tidak punya koneksi. Modalnya cuma satu: ia tidak kapok datang. Berkali-kali ia menghadap hakim yang bahkan tidak takut kepada Allah, menuntut haknya dibela. Hakim itu awalnya menolak. Tetapi karena perempuan ini terus saja datang, akhirnya ia menyerah, semata-mata supaya tidak diganggu lagi.

Yesus lalu membandingkan. Kalau hakim yang lalim saja akhirnya membela janda yang gigih itu, apalagi Allah yang penuh kasih, terhadap orang-orang pilihan-Nya yang berseru siang malam? Ia tidak akan mengulur-ulur waktu.

Doa yang tak jemu bukan cara memaksa Tuhan berubah pikiran, seolah Ia hakim yang malas. Doa yang tekun justru menjaga hati kita sendiri tetap percaya, tetap menghadap, tidak pergi menyerah di tengah jalan. Yang berbahaya dari penantian yang lama bukan bahwa Allah lupa, melainkan bahwa kita capek duluan.

Yesus menutup dengan pertanyaan yang menusuk: apabila Anak Manusia datang, adakah Ia mendapati iman di bumi? Adakah masih ada yang bertahan mengetuk seperti janda itu?

Tuhan, berilah aku ketekunan janda itu, yang tidak kapok datang kepada-Mu. Jagalah aku supaya tidak menyerah sebelum Engkau menjawab. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →