‹ Semua renungan

Kamis, 27 November 2031

Batu yang Dimeteraikan

Kemarin kita melihat sebuah kerajaan runtuh dalam semalam. Hari ini seorang hamba Allah justru bertahan dalam semalam yang mestinya menjadi malam terakhirnya.

Daniel dijebak oleh para pejabat yang iri. Dibuatlah undang-undang yang melarang orang berdoa kepada siapa pun kecuali kepada raja. Daniel tetap berdoa seperti biasa, maka ia dilemparkan ke dalam gua singa. Sebuah batu didatangkan untuk menutup mulut gua itu, lalu dimeteraikan dengan cincin raja, supaya tidak ada yang bisa mengubah nasib Daniel. Malam itu raja sendiri tidak bisa tidur, berpuasa dalam gelisah.

Batu yang dimeteraikan pada mulut gua, seorang yang tampaknya sudah diserahkan kepada maut, lalu pagi-pagi benar sang raja bergegas datang dan mendapati ia hidup. Bagi kita yang mengenal kisah Paskah, gambaran ini terasa akrab. Sebab kelak akan ada batu lain yang dimeteraikan pada mulut kubur, dan pagi-pagi benar orang datang, mendapati batu itu telah terguling, dan Dia hidup.

Daniel selamat bukan karena ia hebat, melainkan karena, kata Kitab Suci, ia percaya kepada Allahnya. Injil hari ini menjanjikan hal serupa di tengah kesesakan zaman akhir: apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.

Adakah gua singa dalam hidupku sekarang, situasi yang terasa tertutup rapat dan dimeteraikan? Beranikah aku, seperti Daniel, tetap percaya bahwa batu itu bukan kata terakhir?

Tuhan, ketika hidupku terasa tertutup dan dimeteraikan rapat, kuatkanlah imanku. Sebab bagi-Mu, tidak ada batu yang terlalu berat untuk terguling. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →