‹ Semua renungan

Sabtu, 29 November 2031

Hati yang Terlalu Penuh

Kemarin kita mendengar bahwa hanya Kerajaan Allah yang tidak akan berlalu, sementara segala yang lain silih berganti. Hari ini, di penghujung tahun liturgi, Yesus memberi satu nasihat penutup yang sangat praktis: jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat.

Perhatikan kata yang dipakai: sarat, terlalu penuh, kelebihan muatan. Yesus menyebut tiga hal yang membuat hati kelebihan beban, yaitu pesta pora, kemabukan, dan kepentingan-kepentingan duniawi. Menariknya, bahaya di sini bukan penderitaan, melainkan justru kesenangan dan kesibukan yang berlebihan. Perahu tidak hanya bisa tenggelam karena badai; ia juga bisa tenggelam karena memuat terlalu banyak barang.

Hati yang terlalu penuh membuat orang mengantuk. Dan orang yang mengantuk gampang dikejutkan. Supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atasmu seperti jerat, kata Yesus, berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa. Orang Jawa punya nasihat singkat yang pas untuk itu: eling lan waspada, ingat dan berjaga.

Daniel dalam Bacaan Pertama sudah melihat akhir dari segala kuasa dunia: pada akhirnya, kerajaan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi. Mereka yang berjaga akan tetap berdiri; yang terlena akan terkejut.

Menjelang Adven, ini undangan untuk memeriksa muatan hati. Adakah yang membuat hatiku terlalu penuh dan mengantuk akhir-akhir ini, sampai aku lupa berjaga menanti Tuhan?

Tuhan, ringankanlah hatiku dari muatan yang berlebihan, supaya aku tetap eling lan waspada, terjaga dan siap berdiri di hadapan-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →