‹ Semua renungan

Senin, 1 Desember 2031

Besi yang Ditempa Ulang

Bacaan I Yesaya 2:1-5 Mazmur Mazmur 122:1-9 Injil Matius 8:5-11

Di kampung yang masih punya pandai besi, ada satu pemandangan yang tak lekang. Sebatang besi tua dijepit, dibakar sampai merah, lalu dipukul di atas landasan. Bunga api berhamburan. Dari besi yang sama bisa lahir dua benda yang sama sekali berbeda: sebilah parang untuk melukai, atau sebuah cangkul untuk menghidupi.

Yesaya melihat hari ketika segala bangsa naik ke gunung Tuhan. Dan di sana terjadi sesuatu pada logam. "Mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas." Bahan yang sama, tangan yang sama, tetapi arahnya dibalik. Yang tadinya dipakai membunuh, kini dipakai menanam.

Adven membuka dengan gambar itu. Bukan besi baru yang diturunkan dari langit, melainkan besi lama yang ditempa ulang. Tuhan tidak membuang kita dan mencetak orang lain. Ia memanaskan yang sudah ada, lalu memukulnya pelan-pelan sampai bentuknya berubah.

Maka pertanyaannya sederhana. Adakah dalam diri kita sepotong pedang yang selama ini kita pakai untuk melukai orang lain? Lidah yang tajam, tangan yang mengepal, ingatan yang menyimpan dendam? Adven mengajak besi itu masuk ke bara.

Tuhan, ambillah yang tajam dalam diriku dan tempalah menjadi alat yang menghidupkan. Balikkan arah tanganku dari melukai menjadi menanam. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →