Minggu, 7 Desember 2031
Yang Memulai, Menyelesaikan
Setiap orang punya laci berisi pekerjaan yang tak pernah selesai. Sweter yang dirajut setengah, lalu benangnya terbengkalai. Buku yang dibaca sampai bab tiga, berdebu di rak. Rumah yang dibangun sampai dinding, atapnya menunggu rezeki berikutnya. Kita ahli memulai. Menyelesaikan adalah soal lain.
Maka kalimat Paulus kepada jemaat di Filipi terasa seperti embusan udara segar. "Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus." Paulus tidak menulis, kalian harus menyelesaikan diri kalian sendiri. Ia menulis bahwa Yang Memulai adalah juga Yang Menyelesaikan.
Ini penting sekali di awal Adven. Sebab musim ini gampang berubah jadi daftar tugas rohani yang bikin lelah. Kita membebani diri: harus lebih rajin berdoa, lebih banyak berpuasa, lebih cepat berubah. Seolah keselamatan adalah proyek swadaya yang harus kita rampungkan sendiri sebelum Natal tiba.
Barukh berbicara kepada Yerusalem yang lelah, kota yang pakaiannya compang-camping oleh kesedihan. Dan nabi itu tidak menyuruhnya berusaha lebih keras. Ia menyuruhnya berganti pakaian, mengenakan perhiasan kemuliaan yang datang dari Allah. Anak-anaknya yang dahulu pergi berjalan kaki digiring musuh, kini diusung dengan hormat seolah-olah di atas tandu kerajaan. Yang bekerja adalah Allah. Manusia berganti baju dan naik ke tandu.
Injil hari ini menampilkan Yohanes Pembaptis dengan seruannya yang keras di padang gurun. Ia menyerukan supaya lembah ditimbun dan gunung diratakan. Sepintas ini kembali seperti tugas berat: ratakan sendiri jalanmu! Tetapi dengarkan baik-baik kata kerjanya. "Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung akan menjadi rata." Akan. Bukan perintah supaya kita mengangkut tanah dengan tangan sendiri, melainkan janji bahwa jalan itu sedang diratakan oleh tangan yang lebih kuat.
Lalu apa bagian kita? Bagian kita adalah tidak menyerah di tengah jalan. Membiarkan pekerjaan yang telah dimulai Allah dilanjutkan-Nya, tanpa kita cabut paksa sebelum waktunya, tanpa kita anggap gagal karena belum selesai hari ini. Kita ini sweter yang masih separuh dirajut. Tetapi perajutnya belum meletakkan jarum.
Adven adalah janji bahwa Allah tidak meninggalkan pekerjaan-Nya setengah jadi. Ia bukan tukang yang bosan lalu pindah proyek. Apa yang Ia mulai dalam hidup kita, sekecil apa pun tampaknya sekarang, akan Ia bawa sampai selesai.
Tuhan, Engkau yang memulai pekerjaan baik dalam diriku, jangan berhenti di tengah jalan. Aku percaya tangan-Mu akan menyelesaikan apa yang tak sanggup kurampungkan sendiri. Amin.