‹ Semua renungan

Jumat, 14 Maret 2031

Batu yang Dibuang

Kisah Yusuf dimulai dari sehelai jubah. Jubah maha indah pemberian ayah, yang membuat saudara-saudaranya iri. Iri itu tumbuh diam-diam sampai mereka 'tidak mau menyapanya dengan ramah', lalu membesar menjadi rencana pembunuhan, lalu turun menjadi harga dua puluh keping perak. Adik sendiri dijual seperti barang.

Injil hari ini menceritakan hal yang serupa dalam perumpamaan. Seorang tuan menyewakan kebun anggurnya, lalu mengutus hamba demi hamba untuk mengambil hasilnya. Semua dipukul dan dibunuh. Akhirnya ia mengirim anaknya sendiri, berpikir, 'Anakku akan mereka segani.' Tetapi justru anak itu yang mereka bunuh, supaya warisannya jatuh ke tangan mereka.

Dua cerita, satu pola. Yang seharusnya dikasihi malah disingkirkan. Yusuf dibuang ke sumur. Anak tuan dibuang ke luar kebun.

Tetapi di sinilah kejutannya. Yusuf yang dibuang justru kelak menyelamatkan keluarganya dari kelaparan. Dan tentang anak yang dibunuh itu, Yesus mengutip Mazmur: 'Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.' Batu penjuru adalah batu sudut yang menyangga seluruh bangunan. Apa yang oleh manusia dilempar sebagai sampah, oleh Allah dipasang sebagai fondasi. Kita tahu batu itu siapa: Kristus, yang ditolak lalu menjadi dasar segalanya.

Adakah orang yang sudah kita 'buang' padahal mungkin dialah yang dipilih Tuhan?

Tuhan, ampuni iri yang membuatku membuang sesama. Jadikan yang terbuang sebagai batu penjuru dalam hidupku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →