Rabu, 26 Maret 2031
Bisakah Ibu Lupa?
Ada pertanyaan yang jawabannya sudah kita tahu bahkan sebelum ditanyakan. Tuhan bertanya lewat nabi Yesaya, 'Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya?' Setiap orang tahu jawabannya: tidak mungkin. Seorang ibu bisa lupa banyak hal, tetapi tidak akan lupa pada bayi yang pernah ia kandung.
Namun Tuhan belum selesai. Ia menambahkan kalimat yang melampaui segala kasih ibu, 'Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.' Andai pun yang mustahil itu terjadi, seorang ibu sampai hati melupakan anaknya, Tuhan tetap tidak akan melupakan kita.
Dalam bahasa Ibrani, kata untuk belas kasih, rachamim, berasal dari kata rehem, rahim seorang ibu. Jadi ketika Kitab Suci berkata Tuhan berbelas kasih, artinya Ia mengasihi kita dengan rasa seorang ibu terhadap isi kandungannya. Kasih yang bukan pilihan, melainkan yang terjalin sampai ke bagian terdalam tubuh.
Kadang kita merasa seperti Sion dalam bacaan ini, yang berkata, 'Tuhan telah meninggalkan aku, Tuhanku telah melupakan aku.' Ketika doa terasa tidak dijawab, ketika beban terlalu lama, mudah muncul rasa dilupakan.
Injil meneguhkan bahwa Bapa tidak pernah berhenti bekerja. Kata Yesus, 'Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja.' Bahkan saat kita merasa sendiri, ada tangan yang terus bekerja bagi kita, selembut tangan seorang ibu.
Di bagian mana hidup kita, kita sedang merasa dilupakan Tuhan?
Tuhan, ketika aku merasa terlupakan, ingatkan aku bahwa Engkau mengasihiku seperti ibu terhadap kandungannya. Amin.