‹ Semua renungan

Senin, 12 Mei 2031

Turun Panggung

Pujian itu seperti panggung: enak dinaiki, sulit dituruni. Banyak orang kuat menghadapi hinaan, tetapi runtuh pelan-pelan oleh tepuk tangan.

Di Listra, Paulus menyembuhkan orang yang lumpuh sejak lahir, dan seketika kota itu gempar. Barnabas disebut Zeus, Paulus disebut Hermes. Imam dewa datang membawa lembu jantan dan karangan bunga, siap mempersembahkan korban. Karier macam apa yang lebih gemilang dari ini: diangkat menjadi dewa?

Tetapi Paulus dan Barnabas mengoyakkan pakaian mereka dan berteriak, "Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu." Mereka menolak korban itu mentah-mentah, lalu menunjuk ke atas: berbaliklah kepada Allah yang hidup, yang menurunkan hujan dari langit dan memberikan musim-musim subur.

Menolak dipuji ternyata lebih sulit daripada menolak dihina. Lukas mencatat: hampir-hampir tidak dapat mereka mencegah orang banyak itu.

Kita jarang disangka dewa. Tetapi kita sering menikmati sanjungan yang mestinya diteruskan kepada Tuhan. Dipuji karena pelayanan, karena suara merdu di koor, karena kedermawanan, lalu diam-diam korban pujian itu kita santap sendiri.

Paulus memberi ilmu yang sederhana: setiap pujian adalah paket salah alamat. Segera teruskan kepada Pemiliknya.

Tuhan, jagalah hatiku saat dipuji, supaya segala kemuliaan tetap mengalir kepada-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →