Rabu, 11 Juni 2031
Yang Berani Menjamin
Setiap kelompok butuh satu orang yang pandai menyemangati. Bukan yang paling pintar, bukan yang paling depan, tetapi yang bisa menepuk bahu dan berkata, “Ayo, kamu bisa.” Tanpa orang seperti itu, tim yang berbakat pun cepat patah.
Hari ini Gereja mengenang Santo Barnabas. Nama aslinya Yusuf, tetapi para rasul menjulukinya Barnabas, yang berarti anak penghiburan. Julukan itu lahir dari kelakuannya. Dialah yang berani menjamin Saulus, si mantan penganiaya, ketika jemaat masih curiga dan takut. Ketika orang lain menutup pintu, Barnabas membukanya dan berkata, orang ini sungguh sudah berubah, percayalah padanya.
Bayangkan seandainya tidak ada Barnabas. Mungkin Paulus yang kita kenal, penulis begitu banyak surat, tak pernah diterima. Sejarah keselamatan ternyata juga digerakkan oleh orang-orang yang tugasnya menyemangati dari samping.
Dalam bacaan pertama, Paulus menulis bahwa pelayanan Perjanjian Baru bukan soal hukum yang tertulis di batu, melainkan Roh yang menghidupkan. Barnabas adalah wujud Roh itu. Ia tidak menghakimi Saulus dengan masa lalunya yang tertulis hitam, melainkan melihat hidup baru yang sedang tumbuh.
Injil menegaskan, Yesus datang bukan meniadakan hukum melainkan menggenapinya. Dan penggenapan hukum yang paling nyata adalah kasih yang berani mempercayai orang lagi. Adakah seorang Saulus di sekitar kita yang menunggu satu orang berani menjaminnya?
Tuhan, jadikanlah aku penyemangat bagi orang yang sedang berjuang berubah, dan berilah aku hati yang berani mempercayai. Amin.