Kamis, 10 Juli 2031
Mendahului Kamu
Ada peristiwa pahit yang baru bisa kita mengerti bertahun kemudian. Waktu terjadi, rasanya hanya kejahatan dan kehilangan. Tetapi dari kejauhan, kita mulai melihat ada benang yang menuntun, bahkan lewat luka.
Yusuf akhirnya membuka rahasianya: "Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir." Saudara-saudaranya gemetar, menunggu hukuman. Tetapi kalimat berikutnya sungguh mengejutkan: "Janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu."
Perhatikan, ia tidak berkata dosa saudaranya tidak nyata. Mereka sungguh berbuat jahat. Yang ia lihat adalah tangan lain yang bekerja di balik tangan mereka. Kejahatan manusia benar-benar kejahatan; tetapi Allah menenunnya menjadi jalan keselamatan bagi banyak orang.
Ini bukan alasan untuk membiarkan kejahatan, seolah semua akan baik-baik saja. Ini penghiburan bagi yang terluka: bahwa penderitaanmu belum tentu kata terakhir. Allah bisa mendahuluimu, menyiapkan lumbung di ujung jalan yang kaukira buntu.
Yusuf dijual, difitnah, dipenjara. Ternyata ia sedang "dikirim mendahului" untuk suatu hari menyelamatkan bahkan mereka yang menjualnya.
Bagian mana dari masa lalu kita yang masih terasa hanya luka, dan belum kita izinkan Tuhan menuliskan lanjutannya?
Tuhan, dari niat jahat sekalipun Engkau sanggup menenun kebaikan. Ajarilah aku memercayai bahwa Engkau berjalan mendahului aku, bahkan di jalan yang paling gelap. Amin.