Jumat, 11 Juli 2031
Aku Ikut ke Mesir
Meninggalkan kampung halaman selalu berat, apalagi di usia senja. Ada rasa takut mati di negeri asing, jauh dari tanah leluhur. Yakub tua merasakannya ketika harus turun ke Mesir mengikuti Yusuf.
Maka Allah menemuinya dalam penglihatan malam: "Janganlah takut pergi ke Mesir. Aku sendiri akan menyertai engkau pergi ke Mesir, dan tentulah Aku juga akan membawa engkau kembali." Tuhan tidak menahan Yakub tinggal di zona amannya. Ia justru berjanji ikut serta ke negeri yang asing.
Dan sampailah momen yang dinanti seumur hidup. Yusuf memasang keretanya, berlari menemui ayahnya, memeluk lehernya, dan lama menangis di bahunya. Yakub berkata, "Sekarang bolehlah aku mati, setelah aku melihat mukamu." Rindu belasan tahun tuntas dalam satu pelukan.
Santo Benediktus, yang kita kenang hari ini, juga meninggalkan segala kenyamanan untuk mencari Allah, menyepi ke gua sebelum mengumpulkan banyak murid. Ia paham benar bahwa mengikuti Tuhan sering berarti berangkat ke tempat yang belum kita kenal.
Kita pun kadang dipanggil pindah: pekerjaan baru, tugas baru, babak hidup yang tak kita pilih. Kabar baiknya satu: Tuhan tidak menyuruh dari jauh. Ia berkata, "Aku sendiri akan menyertai engkau pergi."
Tuhan, jika Engkau menuntunku ke "Mesir" yang tidak kukenal, ingatkanlah aku bahwa Engkau ikut serta. Sertailah setiap keberangkatanku. Amin.