Selasa, 22 Juli 2031
Ia Kira Ia Tukang Kebun
Pagi buta di sebuah taman, sebelum matahari terbit, sosok yang paling wajar kita jumpai adalah tukang kebun. Dialah yang datang lebih dulu dari semua orang, menyiram, merapikan, memulai hari sementara yang lain masih tidur.
Maka tidak aneh ketika Maria Magdalena, yang menangis di dekat kubur pagi-pagi benar, menyangka orang yang berdiri di situ adalah "penunggu taman". Ia bahkan memohon: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah di mana tuan meletakkan Dia." Ia keliru orang, tetapi anehnya ia tidak sepenuhnya keliru.
Sebab Yohanes memang sengaja meletakkan peristiwa ini di sebuah taman, pada hari pertama minggu itu. Ingatan kita ditarik ke taman yang pertama, tempat manusia dahulu jatuh. Sekarang, di taman yang baru, Ia yang bangkit berdiri sebagai Tukang Kebun sejati, yang datang menumbuhkan kehidupan di tanah yang tadinya hanya berisi kubur.
Maria mengira Ia tukang kebun. Ternyata Ia sungguh sedang berkebun: menumbuhkan Paskah, membuat kehidupan bertunas dari kematian.
Kita pun sering keliru mengenali Tuhan yang hadir dalam rupa sehari-hari: orang biasa, pekerjaan biasa, pagi yang biasa. Padahal di situ Ia sedang bekerja, menata ulang hidup kita yang berantakan.
Di taman mana Ia sedang berdiri pagi ini, menunggu kita mengenali-Nya?
Tuhan Yesus, Tukang Kebun kehidupan, tumbuhkanlah Paskah di tanah hatiku yang gersang. Bukalah mataku mengenali-Mu dalam rupa yang paling sederhana. Amin.