‹ Semua renungan

Selasa, 23 Desember 2031

Tangga yang Dibalik

Dalam masyarakat mana pun ada tangga. Ada yang di anak tangga atas, dilayani dan didengar. Ada yang di bawah, mengantre dan menunggu. Dan kita terbiasa menganggap susunan itu sudah dari sananya, hampir seperti hukum alam.

Maria menyanyikan sesuatu yang mengguncang tangga itu. Dalam Magnificat, ia berkata bahwa Allah "menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa."

Perhatikan siapa yang menyanyikannya. Bukan seorang jenderal, bukan seorang nabi tua berwibawa, melainkan seorang gadis desa yang tak punya kedudukan apa-apa. Justru dari mulut yang paling rendah keluar nyanyian yang paling berani. Ia menubuatkan dunia yang dijungkirbalikkan.

Ini bukan sekadar impian pemberontakan. Ini gambaran cara Allah bekerja yang berulang sepanjang Kitab Suci. Ia memilih Hana yang mandul, bukan yang subur. Ia memilih Daud si bungsu, bukan kakak-kakaknya. Ia memilih palungan, bukan istana. Tangan Allah selalu bergerak ke arah yang tak diduga tangga dunia.

Bagi yang sedang di bawah, ini kabar gembira: kau tidak terlupakan. Bagi yang sedang di atas, ini peringatan lembut: jangan terlalu nyaman di takhta yang bisa diturunkan. Sebentar lagi lahir Raja yang tidur di palungan hewan, dan sejak itu ukuran tinggi-rendah tak pernah sama lagi.

Tuhan, Engkau meninggikan yang rendah dan mengenyangkan yang lapar. Jagalah aku dari kesombongan ketika di atas, dan dari putus asa ketika di bawah. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →